KLATEN -- Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat. Tahun ini, tim KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) mendapat kesempatan melaksanakan pengabdian di Desa Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Beragam program kerja dijalankan, salah satunya adalah *Promosi Visual UMKM* melalui produksi dan pemasangan spanduk usaha warga, yang terlaksana pada 31 Juli 2025.
Desa Socokangsi memiliki potensi besar di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga jasa pelayanan. Namun, sebagian besar UMKM belum memanfaatkan media promosi visual yang memadai.
Melihat kondisi tersebut, salah satu anggota tim KKN (penulis artikel ini) berinisiatif melaksanakan program kerja individu berupa pembuatan dan pemasangan spanduk sebagai media promosi yang efektif. Spanduk dipilih karena memiliki daya jangkau luas, mudah dilihat, dan dapat menambah citra profesional pada usaha warga.
Program dimulai dengan pendataan UMKM di desa, dilanjutkan dengan wawancara singkat untuk mengetahui informasi penting seperti nama usaha, produk unggulan, dan kontak yang bisa dicantumkan di spanduk.
Setelah data terkumpul, dilakukan proses desain spanduk yang memperhatikan komposisi warna, gambar, dan tipografi agar menarik namun tetap mudah dibaca. Pencetakan dilakukan di percetakan lokal Klaten untuk sekaligus mendukung perekonomian setempat.
Pada tanggal 31 Juni 2025, tim KKN bersama warga setempat memasang spanduk di lokasi strategis seperti depan rumah usaha, pinggir jalan, dan area ramai lalu lintas. Pemasangan dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan kerapian agar spanduk tahan lama.
Sejak pagi, beberapa warga sudah berkumpul di titik pemasangan, membantu menyiapkan perlengkapan, dan bahkan menawarkan minuman untuk tim KKN. Senyum terlihat di wajah para pemilik UMKM saat spanduk baru mereka terpasang. Beberapa anak kecil ikut menyaksikan, penasaran melihat proses pemasangan.
Salah satu pemilik usaha makanan ringan bahkan langsung mengunggah foto spanduk barunya ke media sosial pribadi. "Biar pelanggan tahu, sekarang usaha saya ada spanduknya," ujarnya sambil tersenyum.
Menurut saya, program ini bukan sekadar memasang spanduk, tetapi memberi dorongan kepercayaan diri bagi pelaku UMKM di desa.
"Spanduk adalah media sederhana tapi punya efek besar. Selain membantu warga mempromosikan usaha mereka, ini juga menjadi identitas visual yang memudahkan pelanggan mengenali produk dan lokasi. Saya senang karena ilmu yang saya pelajari di kampus bisa langsung bermanfaat di masyarakat." --- Milano, Tim KKN PPM UNISRI.


