PENDIDIKAN

Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Anti Kekerasan di SDN 2 Manjungan, Ayo Lawan Kekerasan: Anak Punya Hak Dilindungi di SDN 2 Manjungan

Heri Suprayogi
28 Agustus 2025, 14.56 WIB Last Updated 2025-08-28T08:01:03Z
masukkan script iklan disini

     
      

Penulis : Luthfi Reza Yudhistira (Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta)


Klaten, Luthfi Reza Yudhistira, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) individu, melaksanakan program kerja bertajuk “Ayo Lawan Kekerasan: Anak Punya Hak Dilindungi”. Kegiatan ini digelar di SDN 2 Manjungan, Klaten, dengan melibatkan siswa kelas 5 sebagai peserta utama. (23/7/2025).


Program ini hadir sebagai upaya pencegahan sejak dini terhadap kekerasan pada anak, khususnya di lingkungan sekolah. Menurut Luthfi, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman bahwa mereka memiliki hak untuk dilindungi dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. “Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar serta mengembangkan diri, bukan sebaliknya,” ujarnya.


Metode yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat interaktif. Siswa diajak mengikuti sesi penjelasan materi mengenai bahaya kekerasan, menonton video pembelajaran yang relevan, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas edukatif yang menyenangkan. Pendekatan ini diharapkan membuat anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, memberikan pendapat, dan mengikuti permainan yang disiapkan. Guru kelas turut mendampingi jalannya kegiatan dan menyampaikan apresiasi karena metode yang digunakan membuat siswa tidak cepat bosan serta mudah menangkap pesan moral yang disampaikan.


Luthfi menegaskan, program ini bukan hanya sekadar pemenuhan tugas KKN, tetapi juga bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menanamkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat. “Harapannya, siswa dapat lebih berani bersuara apabila melihat atau mengalami tindakan bullying, serta mampu menumbuhkan rasa empati dan saling menghargai di antara teman-temannya,” tambahnya.


Dengan adanya kegiatan ini, SDN 2 Manjungan diharapkan dapat semakin memperkuat budaya sekolah yang ramah anak, bebas dari kekerasan, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Program kerja individu ini menjadi salah satu wujud nyata peran mahasiswa Unisri dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya hak anak untuk dilindungi.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+