KLATEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) melaksanakan program kerja Bank Sampah sekaligus meresmikan penggunaannya bagi masyarakat Dukuh Kemasan, Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. (18/8/2025 )
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertema “Optimalisasi Sumber Daya dan Pemberdayaan Warga untuk Mendukung Kemandirian Desa Gempol.” Program ini dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2025 di Masjid Al-Furqon Kemasan, Gempol, Klatw. Program digagas oleh mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 bekerja sama dengan warga Dukuh Kemasan, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Wirid Winduro, S.Si., M.Si., dengan dukungan 14 mahasiswa sebagai tim pelaksana.
Pelaksanaan program Bank Sampah melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu, bapak-bapak, serta para pemuda (Reimake) Dukuh Kemasan. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, khususnya melalui pemilahan sejak dari rumah. Dengan demikian, masyarakat dapat memandang sampah, terutama anorganik, bukan lagi sebagai beban lingkungan, melainkan sebagai sumber nilai ekonomi.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat mampu menjaga perilaku berkelanjutan dalam mengelola sampah, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi Dukuh Kemasan melalui sistem tabungan Bank Sampah.
Dalam kegiatan ini, tim KKN UNISRI 21 Desa Gempol memberikan materi mengenai mekanisme operasional Bank Sampah, termasuk pentingnya memisahkan sampah berdasarkan jenisnya (plastik, kertas, dan kaca). Pemisahan ini memudahkan proses penimbangan serta penjualan sampah kepada pihak pengepul.
Selain itu, mahasiswa juga mensosialisasikan penggunaan buku tabungan Bank Sampah sebagai sarana pencatatan sederhana namun efektif. Melalui sistem pencatatan ini, masyarakat terdorong untuk lebih rutin menabung sampah.
Dari program kerja ini, terbentuklah wadah Bank Sampah dengan klasifikasi sesuai jenisnya (plastik, kertas, dan kaca). Ke depan, keberadaan Bank Sampah diharapkan mampu menambah kas dukuh dari hasil penjualan sampah, menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni, serta mengedukasi masyarakat untuk mengurangi limbah sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.


