PENDIDIKAN

Yuk, Berani berbicara didepan kelas, Sosialisasi Pengenalan Apa Itu Komunikasi dan Dasar Dasar Public Speaking bagi Murid SD

Heri Suprayogi
26 Agustus 2025, 17.01 WIB Last Updated 2025-08-26T10:01:50Z
masukkan script iklan disini


Oleh: Hanggito Bagas Wismoyo, Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Prodi Ilmu Komunikasi


KLATEN - Dalam rangka meningkatkan keterampilan komunikasi sejak usia dini, kegiatan Sosialisasi Pengenalan Apa Itu Komunikasi dan Dasar-Dasar Public Speaking bagi Murid Sekolah Dasar dilaksanakan sebagai upaya membekali siswa dengan kemampuan berbicara di depan umum. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami pentingnya komunikasi yang efektif sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan pendapat secara jelas dan percaya diri.


Pada tanggal 24 Juli 2025, saya dan teman- temenan berkesempatan melaksanakan program kerja dengan mengadakan sosialisasi di SDN Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko. Kegiatan proker pribadi saya ini berjudul “Sosialisasi Pengenalan Apa Itu Komunikasi dan Dasar Dasar Public Speaking ( Berbicara di depan Umum ) Bagi Murid Sekolah Dasar”


Puluhan murid sekolah dasar mengikuti kegiatan sosialisasi bertajuk “Pengenalan Apa Itu Komunikasi dan Dasar-Dasar Public Speaking” yang digelar di SDN Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Kamis, 24 Juli 2025


Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum sejak dini. Melalui materi yang disampaikan, murid diajak memahami arti komunikasi, cara menyampaikan pendapat dengan jelas, serta membangun rasa percaya diri.


“Public speaking itu bukan hanya untuk orang dewasa, anak-anak juga perlu belajar. Dengan latihan sejak SD, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang berani, percaya diri, dan mampu menyampaikan ide dengan baik,” ujar pemateri dalam kegiatan tersebut.


Dalam sesi interaktif, murid diberikan contoh sederhana tentang komunikasi sehari-hari, seperti bagaimana cara memperkenalkan diri, bertanya dengan sopan, hingga menyampaikan pendapat di kelas. Beberapa murid juga diberi kesempatan tampil di depan untuk melatih ekspresi, intonasi, dan keberanian.


Guru pendamping menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, latihan public speaking akan membantu murid tidak hanya dalam pelajaran, tetapi juga saat berinteraksi dengan teman maupun masyarakat.


“Anak-anak jadi lebih semangat. Mereka belajar bahwa berbicara di depan umum itu bukan hal menakutkan, tetapi menyenangkan jika dipersiapkan dengan baik,” ungkap salah satu guru.


Kegiatan ini diakhiri dengan penampilan singkat dari murid yang berani menceritakan pengalaman atau hobi di depan teman-temannya. Suasana kelas pun menjadi meriah dan penuh antusiasme.


Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan murid sekolah dasar dapat mengasah kemampuan komunikasi sejak dini, sehingga terbiasa tampil percaya diri dan berani menyampaikan gagasan di berbagai kesempatan.


Sosialisasi Pengenalan Apa Itu Komunikasi dan Dasar Dasar Public Speaking ( Berbicara di depan Umum ) Bagi Murid Sekolah Dasar.


Suasana ruang kelas SDN Banyuaeng Kecamatan Karangnongko, Klaten, tampak berbeda pada Kamis pagi Anak-anak duduk rapi dengan wajah penuh antusias. Mereka bukan sedang mengikuti pelajaran seperti biasa, melainkan menghadiri kegiatan Sosialisasi Pengenalan Apa Itu Komunikasi dan Dasar-Dasar Public Speaking.


Sejak awal, pemateri langsung mengajak anak-anak untuk memahami arti komunikasi. Dengan bahasa sederhana, murid diberi contoh bahwa komunikasi sudah mereka lakukan setiap hari, mulai dari menyapa teman, bertanya kepada guru, hingga bercerita di rumah.


“Kalau kita bisa berbicara dengan baik, orang lain akan lebih mudah memahami maksud kita. Itu namanya komunikasi yang efektif.


Tidak hanya teori, kegiatan ini juga berisi praktik langsung. Anak-anak diminta memperkenalkan diri di depan teman-temannya, menceritakan hobi, atau menyampaikan pendapat sederhana. Meski awalnya ada yang malu-malu, perlahan mereka mulai berani berdiri dan berbicara dengan suara lantang.


Public speaking bukan hanya untuk orang dewasa. Anak-anak juga perlu berlatih agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menyampaikan ide dengan baik,


“Biasanya anak-anak takut atau malu ketika diminta maju ke depan kelas. Tapi dengan latihan seperti ini, mereka jadi lebih berani.


Belajar sambil bermain, agar tidak membosankan, kegiatan dilengkapi dengan permainan komunikasi, seperti menyampaikan pesan berantai atau menceritakan gambar sederhana. Anak-anak tertawa riang namun tetap belajar cara menyampaikan pesan dengan jelas.


Di akhir acara, beberapa murid tampil menceritakan pengalaman lucu, cita-cita, hingga kesukaan mereka di depan teman-teman. Suasana kelas menjadi meriah, penuh tawa dan tepuk tangan.


Membangun generasi percaya diri, melalui sosialisasi ini, diharapkan murid sekolah dasar semakin memahami pentingnya komunikasi yang baik. Lebih dari itu, mereka dilatih agar berani menyampaikan gagasan tanpa takut salah.


“Kalau berani bicara, berarti kita juga berani bermimpi dan menyampaikan ide. Itu bekal penting untuk masa depan,” Kegiatan sederhana ini menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang percaya diri, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Tutup pemateri.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+