PENDIDIKAN

Tingginya Curah Hujan, Dedie Rachim Tekankan Pengawasan dan Kepedulian Aparatur Wilayah

Heri Suprayogi
25 Mei 2026, 14.56 WIB Last Updated 2026-05-25T07:56:50Z
masukkan script iklan disini


KOTA BOGOR - Melihat potensi tingginya curah hujan di Kota Bogor yang dapat mencapai 120–200 mm dalam sekali hujan, jauh di atas rata-rata curah hujan sekitar 70 mm, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.


Hal itu disampaikannya saat memimpin apel rutin di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (25/5/2026).


Dedie Rachim menuturkan, masih banyak saluran drainase di Kota Bogor yang tersumbat sampah dan tidak dibersihkan, sehingga menyebabkan banjir lintasan. 


“Saya ingin menyampaikan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk menguatkan pengawasan. Sebab, jika pengawasan lemah, akan terjadi berbagai hal yang dapat menimbulkan kerugian,” tegas Dedie Rachim.


Dirinya menegaskan, agar aparatur wilayah memiliki rasa kepedulian dan inisiatif terhadap kondisi serta persoalan di wilayahnya masing-masing, termasuk melakukan pemetaan dan koordinasi. 


"Aparatur wilayah harus responsif terhadap kondisi yang ada dan bersama-sama mencari solusi,” jelasnya.


Adapun beberapa titik yang disoroti, di antaranya Jalan Dadali, Pacilong, Jalan Kapten Yusuf di perbatasan Ciapus-Tamansari, serta kawasan Yasmin menuju Tanah Sareal. Untuk saluran drainase di kawasan Yasmin yang berada di jalan nasional, Dedie Rachim merekomendasikan pembuatan sodetan baru apabila kapasitas saluran sudah tidak mencukupi.


“Permasalahannya karena saluran air tidak pernah dibersihkan dari sampah yang menumpuk. Saya minta saluran drainase diperlebar atau dibesarkan kapasitasnya. Untuk saluran yang selama ini tertutup pedagang tanaman, aparatur wilayah agar melakukan sosialisasi kepada para pedagang supaya tidak lagi berjualan di atas saluran drainase maupun di badan jalan yang akan diperbaiki,” tuturnya.


Selain itu, dalam apel tersebut Dedie Rachim juga menyinggung rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun 2026 yang akan diisi dengan kegiatan launching dan kirab budaya.


“Kita ingin menguatkan komitmen, terutama dalam memastikan bahwa 3 Juni merupakan Hari Jadi Bogor dengan melaunching Museum Pajajaran,” pungkas Dedie Rachim. (***)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+