Penulis: Ika Aftunifi Ruyaya, Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi dan Industri Pangan, Universitas Slamet Riyadi
KLATEN - Mahasiswa KKN-PPM kelompok 31 Universitas Slamet Riyadi melakukan program kerja Kuliah Kerja Nyata di Desa Ngabeyan, Karanganom, Klaten. Salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan puding daun kelor. Program kerja ini dilakukan oleh Ika Aftunifi Ruyaya, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus inovasi terhadap warga khususnya ibu-ibu sebagai upaya pencegahan stunting pada anak.
“Pertumbuhan balita tergantung pada pola konsumsi balita yang harus diperhatikan oleh para orang tua. Kegagalan pemenuhan gizi pada balita menyebabkan gagal tumbuh pada anak, sehingga berdampak pada fisik dan motorik anak atau biasa disebut dengan stunting. Salah satu upaya dalam mencegah kejadian stunting adalah pemanfaatan pangan lokal, salah satunya daun kelor,” papar Ika dalam sosialisasi dan pelatihan pembuatan puding daun kelor di Dusun Dukuh, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom pada Senin, 4 Agustus 2025 yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK.
Daun kelor sendiri digunakan dalam pembuatan puding karena banyak ditemukan disekitar rumah warga. Selain itu daun kelor mengandung vitamin A, vitamin C, kalsium, kalium, protein, dan zat besi yang lebih tinggi dari wortel, jeruk, susu, pisang, telur, dan bayam. Puding adalah contoh makanan pengganti yang baik yang dapat disajikan untuk anak-anak karena memiliki tekstur dan rasa yang disukai sebagian besar anak-anak. Untuk mencegah stunting pada anak dan menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi harian anak, diharapkan penambahan daun kelor pada olahan puding dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Setelah sosialisasi tentang stunting dan pembuatan puding daun kelor, ibu-ibu diberikan pamlet tentang manfaat daun kelor beserta cara pembuatan puding daun kelor. Kemudian dilanjutkan praktik membuat puding daun kelor. Dalam praktiknya ibu-ibu sangat antusias dan ikut dalam proses pembuatan puding daun kelor. Setelah praktik pembuatan puding selesai, tim KKN membagikan puding daun kelor tersebut.
Inovasi pembuatan puding daun kelor ini mendapat respon positif dari ibu-ibu PKK. Mahasiswa KKN-PPM kelompok 31 Universitas Slamet Riyadi berharap bahwa program kerja pembuatan puding daun kelor guna mencegah stunting dapat berjalan berkelanjutan. Khususnya dalam penurunan angka stunting pada anak-anak di Desa Ngabeyan, Karanganom, Klaten.


