KLATEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta Kelompok 69 kembali menghadirkan inovasi bermanfaat di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. Setelah sukses menyelenggarakan pelatihan pengolahan nugget ikan nila, kini mereka berfokus pada isu kebersihan lingkungan dengan membuat tempat sampah dari ember bekas.
Proses pembuatan dilakukan secara mandiri oleh seluruh anggota KKN di Sanggar Magada. Dengan peralatan sederhana, ember-ember bekas disulap menjadi tempat sampah yang lebih berguna dan menarik. Tahapan pengerjaan meliputi pembersihan ember, pelubangan untuk ventilasi dan, pengecatan agar tampil lebih estetik.
Tempat sampah hasil kreasi mahasiswa tersebut kemudian disalurkan ke berbagai titik strategis di Desa Manjungan. Beberapa di antaranya ditempatkan di Mushola, Masjid di setiap Dukuh, Kantor Kepala Desa, Sport Center, Sanggar Magada, hingga destinasi wisata Umbul Susuhan. Kehadiran tempat sampah baru ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Koordinator KKN Unisri Kelompok 69 menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi solusi pemanfaatan barang bekas, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap kebersihan desa. “Dengan biaya minim, ember bekas bisa dimanfaatkan menjadi tempat sampah yang fungsional. Harapannya, keberadaan tempat sampah ini memudahkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Dunung Nugraha selaku Kepala Desa Manjungan menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang telah berkontribusi nyata melalui ide kreatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi desa untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan. “Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan baik, karena menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah desa, melainkan tanggung jawab kita semua,” tuturnya.
Melalui kegiatan sederhana namun berdampak besar ini, Mahasiswa KKN Unisri Kelompok 69 ingin meninggalkan jejak positif di Desa Manjungan. Tempat sampah dari ember bekas bukan hanya simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga wujud nyata semangat gotong royong dan kreativitas yang patut diteladani.


