KLATEN – Permasalahan pinjaman online (pinjol) ilegal kian meresahkan masyarakat, terutama kaum ibu yang kerap menjadi sasaran iklan dan tawaran cepat. Menyadari hal tersebut, Dwi Indri Astuti, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, mengadakan sosialisasi bertajuk “Anti Pinjol Ilegal” bersama ibu-ibu PKK Desa Ngaran.
Kegiatan ini berlangsung di balai desa dengan suasana penuh antusias. Seluruh anggota PKK hadir, duduk rapi sambil mendengarkan pemaparan yang dikemas ringan, komunikatif, dan penuh contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam paparannya, Dwi Indri Astuti menjelaskan bahaya pinjaman online ilegal yang menawarkan kemudahan namun menjerat dengan bunga tinggi, intimidasi, hingga penyalahgunaan data pribadi. Ia menekankan pentingnya literasi keuangan, yaitu kemampuan mengelola uang dengan bijak, merencanakan kebutuhan, serta memilih solusi keuangan yang legal dan aman.
“Pinjol bukan satu-satunya jalan. Dengan perencanaan yang baik, kita bisa menghindari utang yang justru merugikan keluarga. Ibu-ibu PKK memiliki peran besar dalam menjaga ekonomi rumah tangga tetap sehat,” ujar Dwi di hadapan peserta.
Selain penjelasan, kegiatan juga dilengkapi sesi tanya jawab interaktif. Banyak ibu-ibu yang mengungkap pengalaman maupun keresahan tentang tawaran pinjaman online melalui pesan singkat atau media sosial. Mereka merasa mendapat pencerahan mengenai cara mengenali ciri-ciri pinjol ilegal dan langkah yang harus diambil bila sudah terlanjur terjerat.
Suasana semakin hidup ketika para peserta diajak menyimak contoh kasus dan bermain kuis singkat seputar pinjol. Tawa dan tepuk tangan mengiringi jawaban-jawaban spontan yang diberikan.
Ketua PKK Desa Ngaran menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN UNISRI tersebut. “Kami berterima kasih kepada Mbak Dwi yang telah memberikan pengetahuan penting ini. Semoga ibu-ibu PKK Desa Ngaran semakin bijak dalam mengelola keuangan keluarga dan tidak mudah tergiur pinjol,” tuturnya.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi bekal pengetahuan, tetapi juga menguatkan solidaritas antar anggota PKK untuk saling mengingatkan agar lebih waspada terhadap bahaya pinjaman online ilegal.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Ngaran dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungannya, menjaga keluarga dari jeratan pinjol, sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat desa yang sehat dan mandiri secara ekonomi.


