KLATEN - Permasalahan sampah hingga kini masih menjadi isu penting di berbagai daerah, termasuk di wilayah pedesaan. Menyadari hal tersebut, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 38 Universitas Slamet Riyadi Surakarta menginisiasi kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pemilahan sampah yang dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan ini bertempat di rumah salah satu masyarakat Dukuh Kucur RT 01/RW 10, Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, dengan melibatkan para pemuda pemudi Karangtaruna setempat sebagai peserta utama.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Sebagai pemateri, hadir tiga mahasiswa KKN 38 yaitu Mayang Wijayanti, Swastika Tara Hayuningtyas Irwanto, dan Fawnia Atha Zana Dahayu yang secara bergantian menyampaikan materi. Mayang membuka kegiatan dengan menjelaskan mengenai definisi sampah dan permasalahannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dampak negatif sampah terhadap kesehatan hingga pencemaran lingkungan.
Selanjutnya, Tara menyampaikan materi tentang jenis-jenis sampah, yang secara garis besar dibagi menjadi sampah organik dan anorganik. Ia juga memberikan contoh nyata jenis sampah yang sering ditemui di sekitar masyarakat, seperti sisa makanan, dedaunan, plastik, dan botol minuman. Tara menekankan bahwa pemahaman jenis sampah menjadi langkah awal yang penting dalam proses pengelolaan.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Fawnia yang membahas tentang cara penanganan dan pemilahan sampah yang tepat. Ia menjabarkan metode sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat, seperti menyediakan tempat sampah terpisah di rumah, memanfaatkan kembali barang-barang bekas, hingga mengolah sampah organik menjadi kompos. Penjelasan ini disertai dengan contoh praktik yang mudah diterapkan oleh pemuda Karangtaruna di lingkungan mereka.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Para pemuda Karangtaruna dengan penuh semangat mendengarkan setiap penjelasan yang disampaikan oleh pemateri. Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Dalam sesi ini, peserta mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari bagaimana cara meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai hingga ide-ide kreatif untuk mendaur ulang barang bekas menjadi produk bernilai guna.
Suasana kegiatan semakin hangat karena adanya diskusi terbuka yang melibatkan seluruh peserta. Para pemateri memberikan jawaban yang aplikatif, sehingga diharapkan dapat langsung diterapkan di kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, beberapa peserta juga berbagi pengalaman mereka dalam mengelola sampah rumah tangga, sehingga menciptakan pertukaran pengetahuan yang bermanfaat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, kelompok KKN 38 berharap agar pemuda pemudi Karangtaruna Dukuh Kucur dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah. Dengan peran aktif generasi muda, diharapkan lingkungan Dukuh Kucur bisa menjadi lebih bersih, sehat, dan terbebas dari permasalahan sampah yang kerap mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan di pedesaan, serta wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


