PENDIDIKAN

Sosialisasi Pemanfaatan Botol Bekas Menjadi Tempat Pensil yang Memiliki Nilai Guna Siswa Kelas 3 SD Negeri 1 Puluhan

Heri Suprayogi
24 Agustus 2025, 11.10 WIB Last Updated 2025-08-24T04:10:50Z
masukkan script iklan disini


Penulis: Yuvindi Lolifa Putri, Universitas Slamet Riyadi


KLATEN - Lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang sehat dan menyenangkan. Kebersihan lingkungan tidak hanya berhubungan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis anak. Dengan lingkungan yang bersih, anak-anak akan lebih ceria dalam belajar sehingga masa depan yang cerah dapat tercapai.



Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sampah plastik, terutama botol bekas, masih sering dibuang sembarangan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pendidikan Bimbingan dan Konseling untuk mengadakan kegiatan sosialisasi dengan tema “Sosialisasi Pemanfaatan Botol Bekas Menjadi Tempat Pensil yang Memiliki Nilai Guna”.



Menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini. Memberikan pemahaman bahwa barang bekas, khususnya botol plastik, dapat didaur ulang menjadi produk bermanfaat. Mengembangkan kreativitas siswa dalam membuat kerajinan sederhana. Menciptakan suasana belajar yang ceria melalui kegiatan praktik langsung.



Kegiatan ini dilaksanakan bersama siswa kelas 3 SD Negeri 1 Puluhan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada pertimbangan bahwa anak usia sekolah dasar, khususnya kelas 3, berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret, sehingga mereka mudah memahami konsep melalui contoh nyata dan praktik langsung.


Sosialisasi mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, bahaya sampah plastik, dan cara memanfaatkan botol bekas agar tidak menjadi limbah.


Praktik Kreatif, siswa diajak mempraktikkan langsung pembuatan tempat pensil dari botol plastik bekas dengan hiasan sederhana menggunakan kertas warna, pita, atau stiker.



Setelah praktik, siswa diajak untuk bercerita tentang pengalaman membuat tempat pensil, serta harapan mereka agar lingkungan sekolah dan rumah tetap bersih.



Siswa memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan cara sederhana, botol bekas dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi jumlah sampah plastik.

Siswa dapat menghasilkan karya kreatif berupa tempat pensil yang dapat digunakan sehari-hari, terbentuk suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.



Melalui kegiatan KKN Pendidikan Bimbingan dan Konseling ini, siswa SD Negeri 1 Puluhan mendapatkan pengalaman baru dalam mengelola sampah plastik menjadi barang bermanfaat. 



Dengan lingkungan yang bersih, hati akan menjadi ceria, dan masa depan yang cerah pun dapat terwujud. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih keterampilan serta menanamkan sikap peduli lingkungan sejak dini.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+