KOTA BOGOR - Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, memiliki potensi yang luar biasa sehingga perlu dilakukan berbagai upaya penataan secara berkelanjutan melalui beragam program pengembangan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta agar aparatur wilayah melakukan penataan di berbagai sektor maupun titik lokasi yang belum tersentuh di wilayah tersebut.
“Saya juga berharap jajaran Kecamatan Bogor Barat dapat membantu melaksanakan penertiban di titik-titik yang menjadi perhatian masyarakat. Misalnya, dari Jalan Semeru sampai Jalan Brigjen Saptaji akan kita tata ulang,” ucap Dedie Rachim saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Barat, Senin (19/1/2026).
Untuk mengurai kepadatan di ruas jalan eksisting lintas Bogor Barat–Dramaga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan jalan yang akan menembus hingga Kampus Dramaga IPB University melalui Bubulak, Cifor, dan Cangkurawok.
“Sehingga manakala program waste to energy di Galuga selesai, mobilitas kendaraan tidak akan membebani volume jalan yang ada saat ini,” ujarnya.
Selain penataan infrastruktur, wilayah Bogor Barat juga diminta mulai melakukan pendataan warga secara lebih detail dan komprehensif.
Pendataan tersebut antara lain mencakup data penyandang disabilitas yang tidak hanya memuat identitas, tetapi juga jenis disabilitas yang dialami, kebutuhan dasar, serta bentuk intervensi yang diperlukan.
“Dengan demikian, data warga tersebut dapat menangkap berbagai permasalahan di Bogor Barat untuk kemudian ditindaklanjuti. Misalnya, anak-anak yang memerlukan penanganan guru pendamping, di mana alamat dan lokasinya, serta berapa jumlahnya, semuanya harus tercatat secara detail,” ucapnya.
Untuk itu, para lurah di wilayah Bogor Barat diminta memiliki data warga yang lengkap dan terbaru.
“Agar kita bisa mengambil kebijakan secara lebih tepat manakala datanya valid dan up to date,” jelas Dedie Rachim. (***)


