KOTA BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan pentingnya penguatan karakter keluarga di bidang spiritual sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kehidupan, khususnya di era digital.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Penguatan Karakter Keluarga Bidang Spiritual dengan tema 'Bulan Peningkatan Iman, Menyebarkan Cinta, dan Kepedulian Pada Sesama' yang berlangsung di Aula Kantor TP PKK Kota Bogor, Jalan Semboja, Senin (2/3/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dan diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari anggota PKK di setiap kecamatan se-Kota Bogor. Selain itu, kegiatan ini juga diisi oleh ceramah atau tausiah yang disampaikan oleh Ustadzah Sri Kusnaeni.
Yantie Rachim menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum untuk memperkuat iman melalui majelis ilmu, terlebih di bulan suci Ramadan.
“Kegiatan ini seperti majelis taklim, tapi kilat selama tiga hari. Maka pergunakanlah waktu tiga hari ini untuk hadir di majelis ilmu dengan materi yang akan diberikan, karena di bulan Ramadan ini adalah waktu bagi kita untuk mempertebal iman dan datang ke majelis ilmu adalah salah satunya,” ujar Yantie Rachim.
Ia menjelaskan terdapat empat keutamaan ketika menghadiri majelis ilmu. Pertama, Allah SWT akan memberikan keberkahan bagi mereka yang menghadiri majelis ilmu. Kedua, diberikan kemudahan dan ketenangan hati.
Kemudian ketiga, Allah SWT akan menurunkan malaikat untuk menjaga mereka yang telah berniat mendatangi majelis ilmu dari mereka berangkat hingga pulang nanti. Dan keempat, Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosanya.
Menurut Yantie Rachim, tema yang diangkat pada kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi keluarga saat ini yang dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat melemahkan karakter spiritual.
“Tema pengajian kita pada hari ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, kita perlu memperkuat karakter keluarga dengan meningkatkan kualitas iman dan takwa serta memperdalam hubungan kita dengan Allah SWT,” ungkapnya.
Yantie Rachim juga memaparkan sejumlah tujuan dalam membangun keluarga, di antaranya membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, menerapkan keteladanan Rasulullah dalam rumah tangga, membangun komunikasi harmonis dan islami, serta menanamkan nilai tauhid dan akhlak sejak dini.
“Tujuan dari berkeluarga itu pertama membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Kedua, menerapkan keteladanan Rasulullah dalam rumah tangga. Ketiga, komunikasi harmonis dan islami dalam keluarga seperti adab berbicara dan membangun empati sesuai syariat. Keempat, peran ayah dan ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya,” jelasnya.
Ia turut menyoroti pentingnya mengelola emosi dalam konflik rumah tangga, membangun budaya ibadah seperti salat berjamaah, serta memperkuat ketahanan keluarga di era digital.
“Jadi saya berharap melalui pengajian ini kita dapat memperoleh ilmu dan hikmah yang bermanfaat serta dapat memperkuat karakter keluarga kita dalam menghadapi tantangan-tantangan kehidupan, terutama di era yang serba digital ini,” pungkasnya. (***)


