KOTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan PT LRT Jakarta dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan di Kota Bogor.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menerima Direktur Operasi dan Pengembangan PT LRT Jakarta, Aditia Kusuma Negara bersama jajaran di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Kamis (12/2/2026).
Dedie Rachim mengatakan, rencana pengembangan transportasi di Kota Bogor telah melalui proses panjang sejak 2014 dan saat ini telah memasuki tahap semifinal.
Ia menjelaskan, program transportasi Kota Bogor yang tertuang dalam Bogor Transportation Program (B-TOP) didukung oleh sejumlah kajian feasibility study, di antaranya dari Colas Rail Prancis dan Universitas Indonesia, yang mengarah pada moda transportasi trem.
Selanjutnya, distribusi penumpang akan dilakukan melalui transportasi publik berbasis rel yang terhubung dengan Stasiun Bogor.
“Dari hasil kajian yang ada, sementara 90 persen Kota Bogor akan menggunakan trem. Saya juga menyambut baik tawaran sebagai operator, tinggal mencari investornya,” katanya.
Dedie Rachim menambahkan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan agar pengembangan moda transportasi menggunakan produk dalam negeri.
Direktur Operasi dan Pengembangan PT LRT Jakarta, Aditia Kusuma Negara, menyampaikan pihaknya siap mendukung langkah Pemkot Bogor dan akan segera menindaklanjuti dengan perangkat daerah terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan. (***)


