KOTA JAMB - Berbagai kasus gudang ilegal yang sudah masuk dalam pantauan (di garis polisi) di Kota Jambi terus menjadi sorotan, namun hingga kini tak ada tindakan nyata yang mengarah pada penegakan hukum. Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak gudang ilegal tersebut telah memakan korban jiwa akibat kurangnya standar keamanan dan pengawasan yang ketat.(2/02/2026)
Gudang ilegal tersebar di berbagai lokasi di Kota Jambi. Salah satunya adalah gudang yang berada di Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanai Pura, yang telah diidentifikasi dan masuk dalam pantauan kepolisian. Selain itu, masih banyak lokasi lain di berbagai kecamatan yang menjadi tempat penyimpanan barang ilegal dan BBM bersubsidi yang tidak sah.
Kabar yang beredar menyebutkan pemilik lokasi di Penyengat Rendah tersebut dikenal dengan julukan "ES", yang sudah di garis polisi pada tanggal 9 Desember 2025, namun diduga masih menjalankan aktivitas ilegalnya dengan modus baru dan dilakukan pada malam hari. Kasus pelanggaran BBM bersubsidi di lokasi yang sama juga semakin mengkhawatirkan. "Seolah ada permainan yang tersembunyi di baliknya," ujar salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, mengacu pada dugaan adanya dukungan dari oknum aparat.
Ketika awak media mencoba mengkonfirmasi kasus ini kepada Kanit Tipidter Polresta Jambi IPTU EDI T, SH, MH, hanya diperoleh status "dibaca" tanpa adanya klarifikasi apapun. Upaya konfirmasi yang dilakukan hingga berita ini dinaikan juga tidak mendapatkan tanggapan atau konfirmasi apapun dari pihak Polresta Jambi. Kondisi ini semakin memperparah citra institusi penegak hukum yang sudah sering menjadi perbincangan masyarakat.
Aliansi Bersatu dan Federasi Serikat Buruh Jurnalis menyampaikan rasa prihatin yang mendalam sekaligus mengeluarkan tuntutan tegas. Doner Gultom, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Jurnalis, mengingatkan pentingnya tanggung jawab aparat dan menegaskan, "Kita mengharapkan aparat di Kota Jambi benar-benar menjalankan tugasnya untuk menjaga hukum. Gudang ilegal di Kelurahan Penyengat Rendah sudah diidentifikasi dan masuk dalam pantauan, namun kenapa belum ada langkah tegas? Hukum seharusnya berlaku sama untuk semua orang. TIPIDTER POLRESTA JAMBI HARUS BERTINDAK TEGAS! Dampak bukan hanya pada kerugian negara, tapi banyak gudang ilegal yang kita duga bersangkutan dengan BBM bersubsidi untuk di oplos hingga sering terjadi kebakaran yang sudah memakan korban jiwa. Selain akan melakukan aksi, saya juga akan berbagi informasi terkait banyaknya kasus pelanggaran yang masih terjadi terkait perizinan gudang dan dugaan penimbunan BBM subsidi dengan Walikota Jambi Bapak Maulana agar mendapatkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah kota," tegasnya.
Wahyu, Wakil Ketua Provinsi Jambi Federasi Serikat Buruh Jurnalis, mengkonfirmasi kesiapan untuk bertindak. "Kami akan menyusun surat resmi yang akan dikirimkan ke Mabes Polri, Kapolda Jambi, Polresta Kota Jambi, serta Divisi Propam untuk menyampaikan keresahan ini dan menekankan tuntutan agar Tipidter bertindak tegas terhadap pemain BBM ilegal dan pengelola gudang ilegal. Kami berharap aparat bisa segera mengambil tindakan yang tepat dan transparan. Jika tidak ada perubahan yang nyata dalam jangka waktu tertentu, Federasi Serikat Buruh Jurnalis siap melakukan aksi besar-besaran guna mendorong penegakan hukum yang adil dan melindungi kepentingan publik," jelasnya. (Why)


