KOTA BOGOR - Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Wilayah (Forkopimwil) Kota Bogor bersama berbagai organisasi menggelar silaturahmi di Balai Kota Bogor, Minggu (8/3/2026).
Silaturahmi ini juga diisi dengan tausiah serta pandangan mengenai kondisi geopolitik dunia. Dalam penjelasannya, Rektor Universitas Tazkia, Prof. Muhammad Syafi'i Antonio,menyampaikan beberapa pandangan terkait kondisi global.
Melihat situasi saat ini, jika perang terjadi berkepanjangan, sektor sosial ekonomi Indonesia dinilai masih bisa bertahan dan tetap eksis dengan memperkuat solidaritas serta penguatan ekonomi kerakyatan di sektor UMKM.
Selain itu, Prof. Syafi'i juga mengatakan bahwa sektor energi menjadi hal yang penting untuk disikapi dengan bijak apabila terjadi perang berkepanjangan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa dalam menyikapi perkembangan situasi geopolitik dunia, banyak negara yang tidak mengetahui secara pasti arah dan akhir dari situasi yang sedang terjadi.
Sehingga, pandangan dari Prof. Syafi'i yang juga pakar di bidang ekonomi Islam dan aktif berkegiatan di Timur Tengah dapat memberikan gambaran bagi daerah untuk lebih bijak dalam menyikapi situasi geopolitik dunia.
"Karena kita tahu saat ini situasi dunia sedang tidak baik-baik saja. Hari ini kita berkumpul bersama Forkopimwil semata-mata untuk memperkuat tali silaturahmi di antara kita dan memastikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia maupun di Indonesia harus disikapi dengan bijak, terutama bagaimana kita menguatkan nilai solidaritas dan kemampuan untuk memiliki fondasi yang kuat," ucapnya.
Hal lain yang perlu disiapkan daerah dalam menjaga eksistensi Indonesia di tengah kondisi dunia saat ini adalah kemandirian yang ke depan harus terus diperjuangkan.
Sebab, melihat situasi geopolitik dunia saat ini, jika konflik terjadi berkepanjangan maka akan berdampak langsung terhadap negara lain, termasuk Indonesia.
"Nanti akan berdampak langsung. Hari ini mungkin di daerah belum terlihat adanya dampak langsung, tetapi harus disikapi dengan baik. Mudah-mudahan kondisi dunia berubah membaik," ujarnya.
Untuk itu, masyarakat dan berbagai organisasi juga dapat berperan dalam membantu mewujudkan kemandirian, khususnya dengan mempercepat penyiapan generasi muda ke depan, sehingga suatu saat Indonesia benar-benar memiliki generasi emas.
"Tapi itu harus disiapkan untuk memperkuat kemandirian di daerah-daerah," ujarnya.
Usai melaksanakan silaturahmi, para peserta yang hadir melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid At-Taqwa Balai Kota Bogor setelah berbuka puasa bersama. (***)


