PENDIDIKAN

Antusiasme Tinggi, 117 Peserta Ramaikan Sayembara Logo Hari Jadi Bogor 544

Heri Suprayogi
01 Mei 2026, 13.32 WIB Last Updated 2026-05-04T06:33:02Z
masukkan script iklan disini


KOTA BOGOR - Sebanyak 117 peserta mengikuti Sayembara Desain Logo & Visual Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Sayembara logo HJB 544 mengangkat tema Bogor Nanjeur yang mempresentasikan tentang Bogor Maju dan Berkembang.


Dalam sayembara ini kriteria desain logo harus mencerminkan nilai historis pajajaran, semangat HJB, ke 544 dan identitas visual sunda yang kuat namun relevan untuk era modern. 


Seluruh hasil karya peserta yang masuk telah selesai melalui proses penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari Desainer grafis, peneliti desain dan Pembina Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Bandung Bima Nurin Aulan & Ketua Reka Bogor Georgian Marcello.


Ketua Panitia HJB ke-544 Iceu Pujiati mengatakan dari seluruh tahapan proses sayembara yang telah dilalui saat ini sudah pada tahap pengumuman pemenang.


Ia pun mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan hasil karya


"Para juri telah melaksanakan penilaian dan sudah ada pemenangnya. Apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Bogor yang sangat antusias mengikuti sayembara ini. Apresiasi sebesar besarnya untuk para peserta," ujarnya.


Dari tahapan proses penjurian total peserta 117. sebanyak 50 peserta diantaranya berasal dari Kota Bogor. dan sisanya dari luar Kota Bogor sebanyak 67. Dari hasil penelitian karya original 47, AI detected 70. dan selanjutnya setelah mengikuti tahapan penjurian pada Jumat (1 Mei 2026), dipilih satu pemenang.


Juri Sayembara Desainer grafis, peneliti desain dan Pembina ADGI Bandung Bima Nurin Aulan mengatakan bahwa proses penilaian dilakukan dengan melihat logo yang sesuai syarat dan kriteria. 


Hal tersebut dimulai dari tampilan yang menarik, keterbacaan logo, kesesuaian dengan tema dan juga kemudahan implementasi logo.


"Pemenangnya ini unggulnya dari kesesuain dengan tema dan dari visualnya menarik dan kalau kita lihat dari peserta lain logo ini paling lengkap brandingnya bisa dipakai untuk semua kalangan," ucapnya.


Bima, berbagi pandangannya dari sudut pandang profesional, mengenai proses perancangan dan pedoman penggunaan logo sebagai identitas visual perayaan kota yang baik, sesuai dengan standar profesional, sehingga kedepannya ekosistem desainer grafis di Bogor bisa berkembang dan diapresiasi dengan baik.


"Untuk itu harapan logo yang menjadi pemenang ini bisa menjadi indikasi masyarakat kota bogor ikut partisipasi dalam perayaan HJB dan logo ini bisa digunakan untuk merayakan bersama-sama dan diterima warga Bogor," ucapnya.


Ketua Reka Bogor Georgian Marcello yang juga dewan juri menyampaikan dengan adanya sayembara ini membuktikan partisipasi masyarakat sangat tinggi.


"Bisa dilihat pesertanya 117. Pemenang ini menurut saya logonya bagus representatif banget sama warga Bogor. Semoga dengan partisipasi ini bisa juga menggerakan perekonomian masyarakat," ucapnya.


Pemenang Sayembara ini dia adalah Muhamad Ilham Akbar yang bertempat tinggal di Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Logo yang dibuat Ilham, menggunakan pendekatan fluid ribboning atau pita yang mengalir, untuk membentuk tipografi angka 544 secara tersembunyi atau gestalt. Gaya visual ini dinamis, modern dan saling berkesinambungan merepresentasikan sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang terus bergerak secara progresif tanpa meninggalkan akar budaya Sunda yang kaya. 


Logo karya Ilham juga memiliki interpretasi bentuk kujang yang merupakan pusaka kebanggaan Sunda yang melambangkan ketajaman pikiran, pertumbuhan ekologi yang asri dan pelestarian warisan budaya. Bentuk dan struktur tarikan garis yang dinamis dan membentuk angka 5 yang melambangkan aliran air kota hujan. Representasi flesksibilitas, wawasan luas dan inovasi cerdas menuju Bogor Maju.

Selamat kepada pemenang. Selamat kepada warga Kota Bogor. Semoga logo baru memberikan banyak manfaat bagi seluruh warga Kota Bogor. (***)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+