KOTA BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut kegiatan Dharmasanti Umat Buddha Kota Bogor dalam rangka peringatan Waisak 2026 merupakan momentum untuk memperkuat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dharmasanti Umat Buddha Kota Bogor di Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (7/6/2026).
Dharmasanti tahun 2026 mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”. Menurut Dedie Rachim, tema tersebut memiliki makna yang mendalam dan relevan dengan kondisi saat ini.
Perdamaian dunia berawal dari perdamaian dalam diri, kemudian tumbuh dalam keluarga, masyarakat, hingga terwujud dalam hubungan yang harmonis antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat.
Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Dedie Rachim menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh agama, dan umat Buddha Kota Bogor yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan baik.
Ia mengatakan, Kota Bogor sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang memiliki keberagaman yang menjadi kekuatan bersama.
Keberagaman tersebut perlu terus dijaga melalui sikap saling menghormati, saling memahami, serta semangat gotong royong dalam membangun kehidupan yang harmonis dan mendukung pembangunan Kota Bogor melalui kolaborasi serta sinergi.
Dedie Rachim menambahkan bahwa umat Buddha telah menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah Kota Bogor dan turut mewarnai perkembangan kota sejak ratusan tahun lalu.
“Saya merasa bangga, karena kegiatan Dharmasanti tahun ini melibatkan banyak generasi muda umat Buddha. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai cinta kasih, toleransi, persaudaraan, dan kebangsaan terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat,” kata Dedie Rachim.
Selain memberikan apresiasi, Dedie Rachim juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam mendukung penguatan moderasi beragama, kerukunan umat beragama, serta kehidupan sosial yang inklusif dan harmonis.
Menurutnya, kemajuan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya persatuan, toleransi, dan solidaritas sosial masyarakat. Ia juga mendorong umat Buddha, khususnya generasi muda, untuk tampil dan menunjukkan jati diri serta nilai-nilai Buddhis yang dapat memberikan kontribusi positif dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor untuk terus menumbuhkan nilai-nilai cinta kasih, kepedulian sosial, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat tersebut, kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Bogor yang damai, sejahtera, dan nyaman bagi seluruh warganya,” ungkap Dedie Rachim.
Ia berharap kegiatan Dharmasanti membawa manfaat yang besar, mempererat persaudaraan, serta semakin memperkuat kerukunan dan kedamaian, baik di Kota Bogor maupun di Indonesia. (***)


