KOTA BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa ada empat isu utama yang menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diselenggarakan di Kota Salatiga.
Ia mengatakan, pembahasan pertama berkaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim (climate change) serta memperkuat ketahanan perkotaan (urban resilience).
“Bagaimana kita mencoba untuk menyelesaikan permasalahan dan juga mencarikan solusi untuk climate change mengenai perubahan cuaca dan urban resilience,” ujar Dedie Rachim, Kamis (23/7/2026).
Selain isu lingkungan dan ketahanan kota, Rakorkomwil III Apeksi juga membahas pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan perkotaan. Menurut Dedie Rachim, pemuda memiliki peran strategis sebagai bagian dari penggerak inovasi dan pembangunan kota ke depan.
“Kemudian yang kedua, kita juga mengajak peran pemuda di dalam membangun perkotaan,” katanya.
Pembahasan ketiga, lanjut Dedie Rachim, berkaitan dengan penguatan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Bagaimana ASN sebagai salah satu tiang kokoh pembangunan perkotaan dari sisi birokrasi juga bisa berperan penuh dalam pembangunan perkotaan,” jelasnya.
Sementara isu keempat adalah penguatan kebijakan fiskal daerah. Sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sangat penting agar pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tentu bagaimana dengan kebijakan fiskal di masing-masing daerah itu dapat diperkuat melalui berbagai komitmen dari pemerintah daerah dan juga kolaborasi sinergi dengan pemerintah pusat, sehingga semaksimal mungkin pembangunan itu dapat dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim juga menyampaikan bahwa Kota Bogor mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah agenda terkait urban resilience dan climate change pada September mendatang.
“Ada hal yang cukup menarik dalam kegiatan ini, Kota Bogor ditunjuk sebagai tuan rumah untuk urban resilience dan juga climate change di Bulan September. Semoga kita bisa mempersiapkan dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait lainnya, untuk memastikan kesiapan pelaksanaan agenda tersebut.
“Nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas LH dan juga dinas lainnya,” tutup Dedie Rachim. (***)


