PENDIDIKAN

Ibu-ibu PKK Desa Bonagung Belajar Mengolah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair

Heri Suprayogi
26 Agustus 2026, 11.09 WIB Last Updated 2026-08-26T04:14:18Z
masukkan script iklan disini


Penulis : Muhammad Noval Julius Pratama – KKN Kelompok 87 Universitas Slamet Riyadi Surakarta


SRAGEN – Limbah dapur rumah tangga yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berguna bagi tanaman. Hal tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 87 Universitas Slamet Riyadi Surakarta bersama ibu-ibu PKK Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.


Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bonagung tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga sekaligus mengenalkan cara sederhana mengolah sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik dapur lainnya menjadi POC.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 87, Muhammad Noval Julius Pratama, bertindak sebagai pemateri sekaligus memberikan demonstrasi pembuatan POC secara langsung menggunakan M21 dan molase.


Mengenal POC dan Manfaatnya bagi Tanaman:

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian dan manfaat POC. Peserta diberikan pemahaman bahwa POC merupakan pupuk organik berbentuk cair yang dihasilkan melalui proses penguraian atau fermentasi bahan-bahan organik.


Selain menjelaskan manfaat POC, peserta juga dikenalkan dengan fungsi bahan yang digunakan dalam proses fermentasi. M21 digunakan untuk membantu proses fermentasi melalui mikroorganisme yang terkandung di dalamnya, sedangkan molase berperan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi.


Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan dikaitkan dengan aktivitas rumah tangga sehari-hari. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu menerapkan proses tersebut secara mandiri di rumah.


Praktik Langsung Menggunakan Galon:

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan POC. Galon digunakan sebagai wadah fermentasi karena mudah diperoleh dan dapat digunakan untuk praktik sederhana di lingkungan rumah tangga.


Limbah dapur organik terlebih dahulu dipilah untuk memisahkan bahan yang dapat digunakan dalam proses pengolahan. Bahan tersebut kemudian dicacah menjadi bagian yang lebih kecil agar proses penguraian dapat berlangsung lebih mudah.


Selanjutnya, limbah dapur dimasukkan ke dalam galon dan dicampurkan dengan air. M21 kemudian ditambahkan sesuai petunjuk penggunaan produk, dilanjutkan dengan penambahan molase sebagai sumber energi bagi mikroorganisme. Seluruh bahan kemudian diaduk hingga tercampur secara merata.


Wadah selanjutnya ditempatkan di lokasi yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai pentingnya memperhatikan kondisi wadah selama proses fermentasi karena dapat terbentuk gas. Oleh sebab itu, wadah tidak dianjurkan ditutup secara kedap tanpa adanya mekanisme pelepasan gas yang aman.


Peserta Antusias Mengikuti Praktik


Kegiatan berlangsung secara interaktif. Ibu-ibu PKK Desa Bonagung tidak hanya mengikuti penjelasan, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bahan yang dapat digunakan, proses fermentasi, penyimpanan, hingga pemanfaatan POC untuk tanaman.


Antusiasme peserta terlihat ketika mereka menghubungkan materi dengan kondisi yang dijumpai dalam aktivitas sehari-hari. Berbagai sisa bahan dapur yang sebelumnya dianggap sebagai sampah ternyata masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga dengan cara yang sederhana. Pemanfaatan limbah dapur menjadi POC dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan bahan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya tanaman.


Mendorong Pemanfaatan Limbah dari Rumah


Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik ini, ibu-ibu PKK Desa Bonagung diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan mencoba mengolah limbah dapur secara mandiri di rumah.


Selain membantu mengurangi limbah organik rumah tangga, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan kembali bahan-bahan yang masih memiliki nilai guna.


Bagi mahasiswa KKN Kelompok 87, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain berbagi pengetahuan, mahasiswa juga belajar menyampaikan informasi dengan cara yang sederhana, komunikatif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui langkah sederhana tersebut, diharapkan muncul kebiasaan baru di masyarakat bahwa limbah dapur tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih serta kegiatan budidaya tanaman di rumah.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+