PENDIDIKAN

Mahasiswa KKN PPM Unisri Ajarkan Manajemen Waktu Sejak Dini kepada Siswa SD di Desa Pengkol, Sragen

Heri Suprayogi
28 Agustus 2026, 18.05 WIB Last Updated 2026-08-28T11:05:48Z
masukkan script iklan disini


Penulis : Pradya Ayu Dewanti


SRAGEN - Kebiasaan disiplin waktu ternyata tidak serta-merta tumbuh dengan sendirinya pada diri anak, melainkan perlu ditanamkan dan dilatih sejak usia dini. Berangkat dari pemikiran itulah, seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Pradya Ayu Dewanti, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi manajemen waktu bagi siswa kelas I hingga III SD Negeri Pengkol 1, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.


Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026, tersebut merupakan salah satu program kerja individu dalam rangkaian KKN PPM Unisri bertema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen” yang dilaksanakan selama 50 hari efektif, terhitung sejak 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.


Berangkat dari Kebutuhan Nyata di Lapangan, Pradya, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen tersebut, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan adanya kebutuhan penanaman karakter disiplin diri pada anak usia sekolah dasar. Siswa kelas I hingga III, menurutnya, berada pada masa peralihan dari fase kanak-kanak menuju kebiasaan mandiri, sehingga kerap mengalami kesulitan membagi waktu antara belajar, bermain, membantu orang tua, beribadah, dan beristirahat secara seimbang.


“Jika tidak diarahkan dengan baik, anak berisiko menghabiskan waktu secara berlebihan untuk aktivitas yang kurang bermanfaat. Padahal, pengelolaan waktu yang sederhana sejak dini akan membentuk pola pikir yang lebih teratur, mandiri, dan bertanggung jawab,” ujarnya.


Dengan berbekal ilmu manajemen yang dipelajari selama perkuliahan, khususnya prinsip perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), dan pengendalian (controlling), Pradya mengadaptasi konsep-konsep tersebut menjadi metode pembelajaran sederhana yang bersifat interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.


Belajar sambil Bermain, Praktik Susun Jadwal Harian, kegiatan sosialisasi dikemas melalui pemaparan materi secara interaktif, permainan edukatif, serta praktik langsung penyusunan jadwal kegiatan harian sederhana. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep manajemen waktu secara teoretis, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dengan cara yang menyenangkan.


Sasaran utama kegiatan ini adalah menumbuhkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menghargai dan mengelola waktu, menanamkan kebiasaan disiplin dalam aktivitas sehari-hari, serta melatih kemampuan membagi waktu antara belajar, bermain, beribadah, membantu orang tua, dan beristirahat. 


Sebagai indikator keberhasilan, siswa diharapkan mampu membedakan kegiatan prioritas dengan kegiatan penunjang, serta mampu menyusun sendiri lembar kerja (worksheet) jadwal harian.


Tantangan di Lapangan dan Solusi Kreatif Pelaksanaan program tidak lepas dari sejumlah tantangan, mengingat sasaran kegiatan merupakan anak usia dini pada jenjang kelas rendah. Salah satu kendala utama adalah rentang fokus (attention span) siswa yang relatif singkat, di mana konsentrasi mulai menurun setelah materi disampaikan lebih dari 10–15 menit. Untuk mengatasinya, Pradya menyisipkan kegiatan selingan (ice breaking) seperti tepuk semangat, lagu bertema manajemen waktu, serta pemberian apresiasi kecil.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+