Penulis : Julifah Isfindiany Claritasary
SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan investasi keuangan sebagai salah satu upaya meningkatkan literasi keuangan dan ekonomi rumah tangga masyarakat Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja individu KKN tersebut mengangkat tema “Sosialisasi dan Pelatihan Investasi Keuangan untuk Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga”. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Rumah Ketua PKK RT 10/11 Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut menyasar sebanyak 30 orang anggota PKK Desa Pengkol.
Dari sisi perekonomian, masyarakat Desa Pengkol memiliki mata pencaharian yang cukup beragam. Sebagian masyarakat bekerja sebagai petani, buruh, pedagang, dan pelaku usaha mikro. Selain itu, terdapat pula ibu rumah tangga yang turut membantu meningkatkan pendapatan keluarga melalui berbagai usaha rumahan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi rumah tangga yang dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu permasalahan yang ditemukan adalah masih adanya masyarakat yang lebih memilih menyimpan uang dalam bentuk tabungan biasa dibandingkan memanfaatkannya melalui investasi yang produktif. Di sisi lain, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan investasi yang aman masih perlu ditingkatkan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN melaksanakan edukasi mengenai investasi keuangan. Pengetahuan mengenai investasi dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memahami cara menyimpan uang, tetapi juga mengetahui berbagai pilihan investasi yang legal dan aman serta mampu mempertimbangkan investasi sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Selain itu, masyarakat juga masih menghadapi keterbatasan informasi mengenai perbedaan antara investasi legal dan investasi bodong. Minimnya pengetahuan tersebut dapat membuat masyarakat lebih rentan terhadap berbagai bentuk penipuan berkedok investasi. Oleh karena itu, kegiatan edukasi diarahkan untuk memberikan pemahaman dasar agar masyarakat dapat lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan terkait investasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga. Masyarakat didorong untuk memiliki kesadaran dalam mengatur pendapatan keluarga secara lebih terencana, termasuk menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan tabungan dan investasi.
Investasi juga diperkenalkan sebagai salah satu pilihan yang dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga. Dengan demikian, masyarakat tidak didorong untuk melakukan investasi secara berlebihan, tetapi diharapkan dapat memahami pentingnya perencanaan keuangan dan mempertimbangkan keputusan investasi berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.
Tujuan lain dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali investasi yang aman dan legal serta menghindari investasi bodong. Edukasi tersebut diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan kepada peserta sehingga mereka lebih berhati-hati ketika memperoleh tawaran investasi dan tidak mudah mengambil keputusan hanya berdasarkan iming-iming keuntungan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dan aktif mengikuti pembahasan. Peserta juga terlibat dalam diskusi mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan berbagai jenis investasi yang aman. Interaksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap informasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.
Dari kegiatan sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai ciri-ciri investasi bodong sehingga diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung dan diinvestasikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk mulai mencoba investasi dalam skala kecil. Minat tersebut diharapkan dapat berkembang secara bertahap seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.
Dengan adanya literasi keuangan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana. Pengelolaan pendapatan yang baik dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan ekonomi di masa mendatang.
Program ini juga sejalan dengan kondisi sosial masyarakat Desa Pengkol yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan musyawarah. Pemerintah desa juga bekerja sama dengan berbagai lembaga kemasyarakatan, seperti RT, RW, PKK, Karang Taruna, dan lembaga lainnya dalam mendukung pembangunan desa. Dalam hal ini, kelompok PKK memiliki peran dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sehingga menjadi salah satu mitra yang tepat dalam pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan investasi keuangan.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan investasi keuangan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan edukasi, mahasiswa berupaya membantu masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengelola keuangan keluarga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen.” Pelaksanaan KKN di Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen berlangsung pada 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap peningkatan literasi keuangan masyarakat dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengelola pendapatan, mengenali investasi yang legal dan aman, serta memiliki keberanian untuk mulai berinvestasi secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan investasi keuangan ini sekaligus menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bagaimana mempersiapkan kondisi ekonomi keluarga untuk masa yang akan datang.
Dengan bertambahnya pengetahuan dan kesadaran mengenai pengelolaan keuangan serta investasi yang aman, masyarakat Desa Pengkol diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola pendapatan dan menentukan pilihan keuangan. Pada akhirnya, peningkatan literasi keuangan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga masyarakat Desa Pengkol. Luaran kegiatan ini mencakup meningkatnya literasi keuangan masyarakat, bertambahnya pengetahuan mengenai investasi legal, meningkatnya kesadaran dalam mengelola keuangan rumah tangga, serta tersedianya dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan KKN.


