KLATEN - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 38 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menghadirkan program kerja kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat dengan mengusung tema “Aquaponik for Better Life”. Program ini dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025 bertempat di Gedung Serbaguna Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK sebagai peserta kegiatan.
Dalam kegiatan ini, terdapat dua pemateri dari kelompok KKN 38 yaitu Emakulata Prakasita Dian Nugraheni dan Wikiyas Lailatuh Saputri hadir untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan mengenai sistem aquaponik, yaitu metode budidaya tanaman dan ikan secara terpadu yang ramah lingkungan dan efisien.
Emakulata membuka materi dengan menjelaskan konsep dasar aquaponik. Menurutnya, aquaponik merupakan kombinasi antara akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah) yang saling menguntungkan. Kotoran ikan yang biasanya menjadi limbah, justru dapat diolah oleh bakteri menjadi nutrisi yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, tanaman membantu menyaring air sehingga lingkungan hidup ikan tetap bersih.
Wikiyas kemudian menambahkan bahwa salah satu keunikan program kerja KKN 38 ini adalah penggunaan barang-barang bekas sebagai bahan utama pembuatan sistem aquaponik. Peralatan sederhana seperti galon bekas, cething (tempat nasi tradisional), kain perca, bibit tanaman, bibit lele, gunting, dan air bersih dimanfaatkan untuk membangun sistem aquaponik skala rumah tangga. “Dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai, masyarakat bisa membuat instalasi aquaponik tanpa biaya besar. Selain itu, ini juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi limbah rumah tangga,” jelas Wikiyas.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan aquaponik. Para peserta diperlihatkan tahapan demi tahapan mulai dari menyiapkan wadah ikan dengan galon bekas, membuat lubang tanam pada cething, menata kain perca sebagai media, hingga menempatkan bibit tanaman dan bibit lele ke dalam sistem. Proses demonstrasi berlangsung interaktif, di mana ibu-ibu PKK ikut serta mencoba merangkai peralatan dengan dipandu oleh pemateri.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat ibu-ibu PKK yang aktif bertanya, dan langsung mencoba praktik sederhana di tempat. Banyak pertanyaan muncul saat sesi tanya jawab, terutama mengenai perawatan ikan lele, pemilihan jenis tanaman yang cocok ditanam dalam sistem aquaponik, serta cara menjaga kualitas air agar ikan tetap sehat. Para pemateri menjawab satu per satu dengan jelas, sehingga peserta semakin yakin bahwa metode aquaponik ini bisa diaplikasikan di rumah masing-masing.
Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi solusi praktis bagi ibu-ibu PKK untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Dengan sistem aquaponik, masyarakat bisa memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam sayuran sekaligus membudidayakan ikan, sehingga hasilnya dapat langsung dikonsumsi atau bahkan dijual untuk menambah penghasilan keluarga.
Melalui program kerja ini, KKN 38 UNISRI Surakarta tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan. Semangat ibu-ibu PKK yang tinggi dalam mengikuti kegiatan menjadi bukti bahwa inovasi sederhana seperti aquaponik dapat diterima dengan baik dan berpotensi membawa manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.


