KLATEN - Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menghadirkan inovasi baru berupa minuman berbahan dasar ubi ungu bernama “Goguma Bils” dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) MBKM di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. (5/8/2025).
Program ini mengusung tema “Sinergi UNISRI, Pemerintah, dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal Guna Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan”, yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal desa.
Mengangkat Potensi Ubi Ungu Desa
Ketua program, Arum Faras Amalia (22200350), menjelaskan bahwa ubi ungu yang banyak ditanam masyarakat Desa Pondok selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah. Melalui inovasi Goguma Bils, ubi ungu diolah menjadi minuman kekinian yang bernilai jual tinggi, sehat, bergizi, serta dikemas modern sehingga memiliki daya tarik lebih bagi konsumen.
“Kami ingin membantu UMKM Desa Pondok agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghadirkan produk olahan bernilai tambah yang bisa menembus pasar lokal maupun regional,” ungkap Arum.
Manfaat Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan
Program inovasi ini diharapkan memberi manfaat dalam tiga aspek penting.
Ekonomi: meningkatkan nilai jual hasil pertanian lokal dan memperluas peluang usaha bagi UMKM desa.
Sosial: menumbuhkan semangat kewirausahaan, terutama bagi generasi muda yang diharapkan menjadi inovator lokal.
Lingkungan: mengurangi limbah pangan dengan memanfaatkan ubi yang tidak lolos pasar segar untuk diolah menjadi produk bernilai.
Dukungan dan Apresiasi Masyarakat
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan PKK RW 05 Desa Pondok dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ketua PKK RW 05 menyampaikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa UNISRI.
“Kami senang dengan ide ini. Produk Goguma Bils bukan hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan desa kami,” ujarnya.
Biaya Efisien, Dampak Nyata
Menariknya, program ini dapat terlaksana dengan biaya yang relatif efisien, yakni hanya sekitar Rp100.000 dari dana program kerja. Dengan anggaran terbatas, mahasiswa mampu menghadirkan produk inovatif yang potensial menjadi unggulan desa.
Hal ini membuktikan bahwa kreativitas dan pengelolaan potensi lokal dapat menghasilkan dampak nyata tanpa harus bergantung pada dana besar.
Harapan ke Depan
Masyarakat berharap Goguma Bils dapat terus dikembangkan pasca-KKN dan diproduksi secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM. Jika dikemas dengan strategi pemasaran yang tepat, produk ini berpotensi menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat desa dan kabupaten, tetapi juga regional bahkan nasional.
Dengan lahirnya inovasi seperti Goguma Bils, mahasiswa UNISRI kembali membuktikan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.


