PENDIDIKAN

Mahasiswa KKN Unisri Manfaatkan Galon Bekas untuk Media Tanam Hortikultura di Desa Bandungan

Heri Suprayogi
24 Agustus 2025, 06.36 WIB Last Updated 2025-08-23T23:36:30Z
masukkan script iklan disini


KLATEN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta yang tergabung dalam Kelompok 1 mengadakan program inovatif pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam hortikultura ramah lingkungan di Desa Bandungan, yang merupakan desa binaan mereka. (9/8/2025).


Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan galon air mineral di masyarakat yang seringkali hanya menjadi limbah rumah tangga. Melihat potensi tersebut, para mahasiswa berinisiatif mengolah galon bekas menjadi pot media tanam hortikultura seperti cabai, tomat, kangkung, hingga bayam. Selain ramah lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung gerakan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.


Koordinator Kelompok 1 KKN Universitas Slamet Riyadi, Kelompok 1 menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat praktis, tetapi juga mengedukasi warga tentang pentingnya daur ulang sampah plastik dan ketahanan pangan rumah tangga.


> Dengan memanfaatkan galon bekas, kita bisa menekan jumlah sampah plastik sekaligus menumbuhkan tanaman hortikultura yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, ujarnya.


Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan warga Desa Bandungan. Mereka melakukan proses pembersihan, pemotongan, dan penataan galon bekas sehingga siap dijadikan wadah tanam. Selanjutnya, galon-galon tersebut diisi media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan pupuk organik sebelum ditanami bibit hortikultura.


Kegiatan ini juga melibatkan ibu - ibu PKK Desa Bandungan sebagai mitra utama. Para ibu rumah tangga diberikan pelatihan langsung mengenai teknik pembuatan pot galon, cara menanam, hingga perawatan tanaman hortikultura sederhana yang bisa dilakukan di rumah masing-masing.


Kepala Desa Bandungan menyambut baik program tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN.


Program ini sejalan dengan upaya desa dalam mengembangkan lingkungan bersih sekaligus meningkatkan kemandirian pangan keluarga. Kehadiran mahasiswa KKN memberi semangat baru bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK, ungkapnya.


Dengan adanya kegiatan pemanfaatan galon bekas ini, diharapkan Desa Bandungan dapat menjadi contoh desa binaan yang mampu mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan sekaligus mendukung ketersediaan pangan lokal. Program ini juga memperkuat peran mahasiswa KKN sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+