PACITAN - Divisi Caving Mapala Arcapada Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali melaksanakan kegiatan spesialisasi penelusuran gua sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengembangan kemampuan anggotanya. Kegiatan bertajuk “Menyusuri Keindahan Alam Dunia Bawah Tanah Pacitan” ini berlangsung pada 9–15 Juni 2026 di kawasan Karst Gunungsewu, tepatnya di Dusun Glinggangan, Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh tiga anggota spesialisasi, yaitu Ilham Adi Rahmatulloh (21), Ni Putu Rully Ayu Ning Sunarsih (19), dan Rallyska Audrey Windarani (19), dengan pendamping Eka Yudha Pramudya (22) dan Gita Dwi Ramadani (21). Selama tujuh hari pelaksanaan, tim melakukan eksplorasi dan pemetaan pada sejumlah gua vertikal maupun horizontal yang berada di kawasan karst Pacitan yang terkenal memiliki bentang alam bawah tanah yang unik dan kompleks.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh anggota melakukan persiapan yang meliputi pengecekan perlengkapan, briefing teknis, pengenalan jalur penelusuran, serta pembagian tugas sesuai kebutuhan lapangan. Pada penelusuran gua vertikal, anggota bertugas sebagai Rigging Man, Assistant Rigging, dan Cleaning, sedangkan pada kegiatan pemetaan gua horizontal anggota dibagi menjadi Shooter, Stationer, Descriptor, dan Sketcher.
Selama eksplorasi, tim berhasil mendata tiga gua vertikal, yaitu Gua Watu Tunggak dengan kedalaman sekitar ±7 meter dan memiliki satu pitch, Gua Alas (Keprok) dengan kedalaman ±21 meter dan dua pitch, serta Gua PKI (Kebo) dengan kedalaman ±70 meter dan satu pitch yang berhasil ditelusuri. Penelusuran belum mencapai titik akhir karena keterbatasan waktu kegiatan. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, terdapat kemungkinan masih terdapat pitch lanjutan yang berpotensi untuk dieksplorasi pada kegiatan berikutnya.
Selain eksplorasi gua vertikal, tim juga melakukan pemetaan pada dua gua horizontal, yaitu Gua Sumopuro dan Gua Kalimati. Proses pengambilan data menghadapi berbagai tantangan, seperti aliran air dengan debit yang cukup tinggi, kondisi lorong yang lebar dan besar, serta lantai gua yang licin. Meski demikian, berkat penerapan teknik penelusuran yang tepat dan kerja sama tim yang baik, kegiatan pemetaan dapat diselesaikan dengan hasil yang memuaskan.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Gua Sumopuro memiliki panjang lorong sekitar ±150 meter dengan total 47 stasiun pengukuran, sedangkan Gua Kalimati memiliki panjang lorong sekitar ±160 meter dengan total 56 stasiun pengukuran. Data tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pendokumentasian potensi kawasan karst Pacitan.
Kondisi gua yang gelap total mengharuskan setiap anggota membawa perlengkapan penerangan yang memadai. Seluruh anggota dibekali headlamp sebagai sumber cahaya utama serta minimal tiga lampu cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat. Standar keselamatan ini diterapkan secara ketat mengingat medan gua yang basah, licin, dan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Kegiatan spesialisasi ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta, baik dalam aspek teknik penelusuran, pemetaan gua, maupun penerapan manajemen keselamatan di lingkungan bawah tanah.
Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar mengenai teknik eksplorasi dan pemetaan gua, tetapi juga pentingnya kerja sama tim, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan spesialisasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Divisi Caving Mapala Arcapada dalam meningkatkan kapasitas anggotanya sekaligus mendukung upaya pendokumentasian dan pengenalan potensi kawasan karst Gunungsewu. Selain memiliki nilai ilmiah dan edukatif, kawasan ini juga menyimpan potensi ekologi dan wisata yang perlu dijaga serta dilestarikan untuk generasi mendatang.


