PENDIDIKAN

Kunjungi Rumah Museum Sejarah Kalijati. Pj Ketua PKK Rosnelly Imran Sangat Senang Mempelajari Sejarah di Kabupaten Subang

Heri Suprayogi
17 Januari 2024, Januari 17, 2024 WIB Last Updated 2024-01-17T02:22:44Z
masukkan script iklan disini

 


SUBANG - Pj ketua TP PKK Kabupaten Subang Rosnelly Imran S.K.M di dampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Subang Hj. Siti Nuraeni Nuroni S.IP mengunjungi museum rumah sejarah Kalijati. Selasa (16/1/2024).


Rumah Museum Sejarah Kalijati bertempat di Lanud Suryadarma desa Kalijati Barat Kecamatan Kalijati.


Dalam kunjungannya Pj Ketua TP PKK Kabupaten Subang yang di dampingi oleh pengurus PIA Ardhya Garini cabang 5/D.I Lanud Suryadarma mengelilingi ruangan dan melihat rekam jejak dokumentasi sejarah.


Pj ketua Tim Penggerak PKK tersebut merasa senang bisa mengenal sejarah yang ada di kabupaten Subang khususnya saat ini sedang berada di Rumah Museum Sejarah Kalijati. “Rumah museum sejarah ini bangunannya sangat terjaga dengan baik. Salah satunya dengan ada pengelola di rumah museum sejarah ini bisa menjaga keutuhan dari bangunan sejarahnya.” Ungkap Rosnelly.


Rosnelly menuturkan, berkunjung ke Rumah Museum Sejarah Kalijati hingga mengenal lebih jauh tentang tempat bersejarah di Kabupaten Subang menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.


Supriyantini pemandu Rumah Museum Sejarah Kalijati mengatakan museum tersebut dikelola oleh penerangan Lanud Suryadarma dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang.


Supriyantini juga menjelaskan Rumah Museum Sejarah Kalijati pada awalnya merupakan rumah dinas biasa yang dibangun tahun 1917 untuk tempat tinggal Perwira Staf dari Sekolah Penerbang Hindia Belanda di PU Kalijati. Guna mengenangnya sebagai tempat bersejarah atas inisiatif Komandan Lanud Kalijati saat itu, Letkol Pnb Ali BZE maka pada tanggal 21 Juli 1986 diresmikan sebagai sebuah museum dengan nama “Museum Rumah Sejarah.”.L “Dengan demikian generasi penerus Bangsa Indonesia akan mengetahui tempat tersebut sebagai salah satu tempat bersejarah saat penyerahan kekuasaan penjajahan Belanda kepada Jepang.” Ujarnya.


Menambahkan sejak diresmikannya “Museum Rumah Sejarah” tersebut, memori terhadap peristiwa bersejarah itu khususnya dari para pelaku perjuangan kemerdekaan tanah air kembali terkenang. Hal ini terbukti dengan diperingatinya 60 tahun berakhirnya era penjajahan Belanda di Museum Rumah Sejarah itu pada tanggal 9 Maret 2002 oleh Yayasan 19 September 1945 dan Yayasan Ermelo 96 sebagai paguyuban para pelaku perjuangan kemerdekaan. Acara tersebut dihadiri juga beberapa pejabat pemerintah dan pejabat teras Markas Besar TNI Angkatan Udara termasuk KSAU Marsekal TNI Hanafi Asnan. Pungkasnya.


Rumah Sejarah Kalijati Subang menyuguhkan identitasnya sebagai tempat wisata berbasiskan edukasi sejarah. Selain dapat menambah khasanah pengetahuan sejarah, pengunjung  juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme terhadap Tanah Air. (***)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+