PENDIDIKAN

Mahasiswi KKN UNISRI Edukasi Ibu-ibu PKK Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Heri Suprayogi
29 Agustus 2026, 10.04 WIB Last Updated 2026-08-29T03:06:21Z
masukkan script iklan disini

 

Penulis : Anisa Rahmawati Mahalina – KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta


SRAGEN – Mahasiswi KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Anisa Rahmawati Mahalina, melaksanakan program kerja individu berupa edukasi tata cara dan prosedur pembuatan lilin aromaterapi ramah lingkungan dari minyak jelantah. Kegiatan digelar di rumah Ibu Sugiyarti, istri Ketua RT 06, Dusun Pilangrejo, Desa Geneng Duwur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.


Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota PKK RT 06 Pilangrejo. Program digagas karena banyak minyak jelantah di rumah tangga desa dibuang sembarangan atau digunakan berulang untuk memasak, padahal berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.


Dalam kegiatan tersebut, Anisa mempraktikkan langsung empat tahapan pembuatan lilin aromaterapi, yaitu:


1. Pemurnian minyak, menyaring minyak jelantah dan menghilangkan baunya menggunakan bahan alami seperti ampas kopi, kulit jeruk, atau daun pandan.

2. Pelelehan dan pencampuran memanaskan minyak lalu mencampurnya dengan parafin/stearin wax dengan perbandingan 1:1.

1. Penambahan aroma, meneteskan essential oil sebanyak 15–20 tetes, ditambah pewarna jika diinginkan.

2. Pencetakan, menuang adonan ke wadah mika yang telah dipasangi sumbu, lalu dibiarkan mengeras selama 2–4 jam.



Kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan antusias. Ibu-ibu PKK berhasil mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan lilin dengan takaran yang tepat, dan dihasilkan produk contoh (prototipe) lilin aromaterapi yang dikemas rapi. Kegiatan ini juga didokumentasikan dalam bentuk foto dan video.


Program ini terlaksana atas kerja sama dengan Pemerintah Desa Geneng Duwur dan pengurus PKK setempat. Ke depan, diharapkan ibu-ibu PKK dapat menerapkan tata cara ini secara mandiri di rumah, dan pengurus PKK maupun pemerintah desa dapat menginisiasi kelompok produksi bersama agar lilin aromaterapi ini bisa menjadi peluang usaha rumahan yang menambah penghasilan keluarga.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+