PENDIDIKAN

Sentuhan PKK dan Pemkot Bogor Bangun Kemandirian Melalui Sinergi dan Kolaborasi

Heri Suprayogi
27 Agustus 2026, 21.05 WIB Last Updated 2026-08-27T14:05:38Z
masukkan script iklan disini


KOTA BOGOR - Pemberdayaan peran perempuan yang dilakukan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor melalui kehadiran Kampung Mandiri Gelari Pelangi membawa dampak positif bagi masyarakat.


Salah satunya dirasakan oleh Mak Tirah, perempuan pengupas bawang di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang merasa terbantu dari sisi ekonomi.


Mak Tirah menjadi pengupas bawang sejak sang suami mengalami sakit-sakitan, sehingga ia berinisiatif bekerja sebagai pengupas bawang.


Melalui program TP PKK Kota Bogor, kini Mak Tirah mendapat bantuan alat serta perlengkapan untuk mengupas bawang. Di samping itu, sang suami yang sering kali sakit juga mendapat pemantauan baik dari puskesmas maupun posyandu dalam hal pemberian layanan terhadap lanjut usia.


"Alhamdulillah membantu banget ini buat emak. Karena kan untuk mengupas bawang ini emak bawa sendiri alat-alatnya. Jadi dengan ada bantuan ini emak gak harus beli, tapi bisa pakai ini," ujarnya, Kamis (27/8/2026).


Selain itu, kehadiran TP PKK juga membantu menghadirkan pojok baca bagi anak-anak serta memberikan pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu.


Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, ikut turun langsung ke Kampung Mandiri Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Di sana, Yantie Rachim menyapa para ibu dan mendorong peningkatan peran perempuan dalam keluarga, khususnya dalam hal peningkatan pendidikan anak, asupan gizi anak, dan sebagainya.


Kehadiran Yantie Rachim juga bersamaan dengan adanya berbagai sosialisasi mengenai peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peran perempuan dan keluarga.


Hadirnya Kampung Mandiri Kelurahan Bantarjati merupakan bentuk kolaborasi untuk kemajuan bersama dengan tagline Bersinergi, Berinovasi, Berdaya, Mandiri, Sejahtera. Diharapkan keluarga bisa semakin sejahtera.


"Saya mendukung penuh program ini, program yang sangat keren untuk menguatkan ekonomi keluarga lewat UMKM, meningkatkan keterampilan warga lewat pelatihan dan membangun ketahanan keluarga menuju kesejahteraan. Karena saya percaya, kalau kelurahannya kuat, maka kotanya pun akan kuat," ujar Yantie Rachim.


Bersamaan dengan kunjungan Ketua TP PKK Kota Bogor, juga dilakukan sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang merupakan transformasi dari e-KTP menjadi IKD.


Sosialisasi diberikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Ruly Hasanul Basri.


Dari data digital ini, Disdukcapil Kota Bogor berkolaborasi dengan Dinas Sosial untuk memberikan layanan perlindungan sosial yang akurat bagi masyarakat.


"Jadi ke depan masyarakat dapat mengusulkan perubahan desil untuk mengajukan permohonan bantuan. Jadi nanti bisa dilakukan secara mandiri atau melalui agen-agen dari dinas yang mencakup peran para kader di wilayah. Teknisnya nanti melalui sistem pemindaian wajah akan terdata semua mulai dari NIK, kondisi terkini real bisa terdata, jadi tidak perlu menunggu sampai 30 hari untuk pembaruan data desil, semua by name by address," ucapnya.


"Sehingga sudah tidak ada lagi tipu-tipu, manipulasi data ataupun karena kedekatan, karena semua akan sesuai dengan kondisi real," sambung Ruly.


Namun, tetap pembaruan desil juga akan disesuaikan dengan variabel terkait desil. Ia berharap dengan adanya sistem ini, ke depan masyarakat bisa lebih sejahtera melalui stimulus bantuan yang tepat sasaran. (***)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+