PENDIDIKAN

Mahasiswa KKN-PPM Unisri Melaksanakan Pendampingan Digitalisasi UMKM melalui Pembuatan dan Penggunaan QRIS di Desa Soropaten

Heri Suprayogi
25 Agustus 2025, 14.45 WIB Last Updated 2025-08-25T07:56:20Z
masukkan script iklan disini

 


KLATEN – Mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Kelompok 34, Septi Setyorini telah berhasil melaksanakan program kerja edukatif yang berfokus pada praktik pembuatan dan penggunaan QRIS pada tanggal 30 Juli-2 Agustus 2025. Program kerja ini berjudul “Digitalisasi Cerdas Untuk UMKM Tangguh melalui praktik pembuatan dan penggunaan QRIS” yang ditujukan khusus untuk UMKM Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.


Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman digitalisasi keuangan bagi pelaku UMKM. Di era serba digital saat ini, QRIS bukan hanya sekadar alat pembayaran, tetapi juga menjadi solusi praktis untuk mempermudah transaksi, memperluas jangkauan konsumen, serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif. Dengan adanya edukasi berupa pendampingan langsung, pelaku UMKM dapat lebih percaya diri dalam mengadopsi teknologi digital untuk pengembangan usahanya.


Kegiatan dilakukan dengan sistem door to door ke beberapa pelaku usaha di Desa Soropaten, yaitu Rizky Snack and Catering, Kedai Nanthi, dan Warung Jajan Mak E. Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN memberikan pendampingan mulai dari pembuatan akun QRIS, pengisian data, hingga simulasi penggunaannya dalam transaksi. Cara ini dipilih agar para pelaku usaha bisa lebih fokus bertanya sesuai kebutuhan masing-masing sekaligus mendapatkan pendampingan secara langsung di tempat usaha mereka.


Setiap UMKM yang dikunjungi menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka merasa terbantu karena bisa langsung mempraktikkan penggunaan QRIS dengan kondisi nyata usaha mereka. Salah satu pelaku usaha menyampaikan bahwa dengan adanya QRIS, pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan pembayaran tanpa perlu repot membawa uang tunai.Melalui kegiatan ini, Septi berharap agar UMKM di Desa Soropaten semakin siap menghadapi tantangan era digital. Pendampingan semacam ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman baru, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk berani memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan pelayanan dan memperluas pasar.


Program ini juga menjadi ajang pembelajaran berharga bagi mahasiswa KKN. Mereka tidak hanya mempraktikkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar mendampingi pelaku usaha secara langsung, memahami kendala di lapangan, serta mengelola program dengan pendekatan yang tepat. Pengalaman ini membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih peka, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memberikan solusi bagi masyarakat.


Selain itu, keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pelaku UMKM lokal. Sinergi ini membuka peluang lebih besar untuk terciptanya program pendampingan digital lain yang dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa serta meningkatkan daya saing UMKM di era digital.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+