PENDIDIKAN

KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tanam 300 Bibit Pohon untuk Penghijauan Desa Puluhan

Heri Suprayogi
29 Agustus 2025, 22.06 WIB Last Updated 2025-08-29T15:06:33Z
masukkan script iklan disini

 


KLATEN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Slamet Riyadi Surakarta menggelar program penanaman pohon untuk penghijauan di Desa Puluhan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Sabtu, 24 Agustus 2025. Kegiatan yang bertujuan melestarikan lingkungan ini berhasil menanam 20 bibit pohon secara simbolis dan menyerahkan 280 bibit lainnya kepada Balai Desa untuk didistribusikan ke setiap dukuh.


Program penanaman pohon yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2025 ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan dengan skema yang inovatif. Dari total 300 bibit yang disediakan, 20 bibit ditanam secara langsung oleh tim KKN sebagai simbol dimulainya program penghijauan, sedangkan 280 bibit lainnya diserahkan kepada pemerintah desa untuk didistribusikan merata ke seluruh dukuh.


"Kami memilih tiga jenis pohon yaitu glodok, sirsak, dan pucuk merah karena jenis-jenis ini cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Desa Puluhan. Dengan sistem 20 bibit untuk penanaman langsung dan 280 bibit diserahkan ke Balai Desa, kami berharap program ini dapat menjangkau seluruh wilayah desa secara merata," ungkap ketua KKN Kelompok 13 Universitas Slamet Riyadi Surakarta.


Skema pembagian bibit pada program 24 Agustus 2025 ini dirancang untuk memberikan dampak maksimal bagi seluruh wilayah Desa Puluhan. Penanaman 20 bibit secara langsung oleh mahasiswa KKN dilakukan di area strategis seperti balai desa, sekolah, dan fasilitas publik lainnya sebagai contoh dan motivasi bagi masyarakat.


Sementara itu, 280 bibit yang diserahkan kepada Balai Desa akan didistribusikan secara proporsional ke setiap dukuh berdasarkan luas wilayah dan kebutuhan masing-masing. Pemilihan tiga jenis pohon yaitu glodok, sirsak, dan pucuk merah memungkinkan setiap dukuh mendapat variasi tanaman sesuai dengan karakteristik lahan setempat.


Kepala Desa Puluhan memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi program penghijauan yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2025. "Sistem penyerahan 280 bibit kepada Balai Desa untuk didistribusikan ke setiap dukuh ini sangat efektif. Kami akan memastikan setiap dukuh mendapat jatah bibit sesuai kebutuhan dan kemampuan perawatan masing-masing," ujarnya saat menerima penyerahan bibit secara simbolis.


Para kepala dukuh yang hadir dalam acara penyerahan bibit pada 24 Agustus 2025 menyambut positif program ini. Mereka berkomitmen akan mengorganisir warganya untuk menanam dan merawat bibit-bibit yang akan mereka terima dari Balai Desa. Sistem distribusi ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan partisipasi langsung masyarakat di setiap dukuh.


Tim KKN telah melakukan survei mendalam untuk menentukan lokasi penanaman yang strategis. Pohon glodok ditanam di area yang rawan erosi dan dekat sumber air, pohon sirsak ditempatkan di lahan produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, sedangkan pucuk merah ditanam di area publik dan sekitar fasilitas desa untuk mempercantik lingkungan.


"Setiap lokasi penanaman pada 24 Agustus 2025 telah kami pilih berdasarkan karakteristik tanah, ketersediaan air, dan kebutuhan spesifik desa," jelasnya seorang mahasiswa KKN yang bertanggung jawab dalam survei lokasi.


Selain kegiatan penanaman, program pada 24 Agustus 2025 ini juga mencakup sesi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tim KKN memberikan penjelasan mengenai manfaat pohon bagi ekosistem, cara perawatan bibit, dan dampak positif penghijauan bagi kehidupan sehari-hari.


Anak-anak sekolah di Desa Puluhan juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter cinta lingkungan sejak dini. Mereka antusias membantu proses penanaman dan berjanji akan ikut merawat pohon-pohon yang telah ditanam.


Program penanaman 300 bibit pada 24 Agustus 2025 bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan. Tim KKN telah menyusun jadwal monitoring berkala untuk memastikan pertumbuhan optimal setiap bibit.


"Kami akan melakukan monitoring rutin dan koordinasi dengan aparat desa untuk memastikan tingkat keberhasilan hidup bibit mencapai minimal 80 persen," tegaskan koordinator program penghijauan dari KKN Kelompok 13.


Keberhasilan penanaman 300 bibit pohon glodok, sirsak, dan pucuk merah pada 24 Agustus 2025 diharapkan dapat menjadi catalyst untuk program penghijauan yang lebih besar di masa mendatang. Desa Puluhan berpotensi menjadi contoh desa hijau bagi wilayah lain di Kecamatan Jatinom.


Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke-15 tentang kehidupan di darat dan tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim. Mahasiswa KKN berharap inisiatif ini dapat menginspirasi program serupa di desa-desa lain.


Kegiatan penanaman 300 bibit pohon pada 24 Agustus 2025 merupakan bukti nyata komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi konkret yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Politik

+